Monday, January 19, 2015

KPK vs POLRI



Banyaknya kasus korupsi di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Sudah terlalu membudayanya korupsi yang berlarut - larut menjadikan hal ini sangat sulit untuk diperangi. Namun sulit bukan berarti tidak bisa. Lembaga pemberantasan korupsi yang diberi wewenang senantiasa bekerja keras untuk membasmi para koruptor dari negeri ini.

Sayangnya seakan sudah menjadi hal yang sesuai norma bahkan penegak hukum pun banyak yang terindikasi korupsi. Dari korupsi yang skala kecil hingga skala besar. Bahkan sudah ada beberapa anggota polisi yang menjadi tersangka dan terdakwa kasus korupsi. Yang masih hangat saat ini adalah calon Kapolri tunggal, Komjen Pol Budi Gunawan yang statusnya adalah tersangka kasus korupsi.

KPK menetapkan Budi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji selama menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber Daya Manusia Polri periode 2003-2006 dan jabatan lainnya di kepolisian. KPK menjerat Budi dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b, Pasal 5 ayat 2, serta Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Budi terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup jika terbukti melanggar pasal-pasal itu.

Sungguh memalukan apabila benar calon Kapolri melakukan korupsi. Hal ini harus segera diselesaikan agar tidak menjadi masalah yang lebih besar lagi bagi Indonesia. Bagaimana penegakan hukum bisa berjalan dengan baik apabila para penegak hukum menjadi tersangka kasus korupsi seperti ini. Bukankan tugas polisi adalah mengayomi masyarakat?

Sumber :
http://nasional.kompas.com/read/2015/01/16/10222191/ICW.Hanya.Indonesia.yang.Punya.Calon.Kapolri.Tersangka.Korupsi
http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/14/07/28/n9eo31-anggota-polisi-ditangkap-kpk-di-bandara-kapolri-bilang-itu-sengaja
http://kabar24.bisnis.com/read/20150116/15/391849/calon-kapolri-tersangka-di-balik-layar-ada-peran-megawati-vs-sby
http://www.sorotnews.com/berita/view/kasus-korlantas-tak-akan.1756.html#.VLyFMCuUeSo

Teknologi Sonar Pencari Kotak Hitam


Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=_lXJ7uy-Exs

Saturday, January 17, 2015

Penghapusan Penerbangan Tarif Murah


Istilah penerbangan "low cost" atau sering disebut LCC (low cost carrier). LCC sering juga disebut sebagai budget airlines atau no frills flight atau juga discounter carrier. LCC merupakan model penerbangan yang unik dengan strategi penurunan operating cost. Dengan melakukan efisiensi biaya di semua lini, maskapai melakukan hal-hal diluar kebiasaan maskapai pada umumnya. Pada umumnya airlines melakukan penambahan layanan yang memiliki nilai tambah dengan penambahan catering, penyediaan koran atau majalah, in flight entertainment, in flight shop, lounge, free taxy after landing, exclusive frequent flier services, dan lain sebagainya. Berlawanan dengan hal itu, low cost carrier melakukan eleminasi layanan maskapai tradisional yaitu dengan pengurangan catering, minimize reservasi dengan bantuan teknologi IT sehingga layanan nampak sederhana dan cepat.

Sayangnya akibat dari harga tiket yang murah maka biaya-biaya untuk operasi dan pemeliharaan jadi terbatas, dan terkadang pemeliharaan fasilitas dari maskapai penerbangan menjadi kurang baik. Sebenarnya sah-sah saja memiliki label "low cost" namun harus tetap dijaga kualitasnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain dari pihak maskapai, seharusnya pihak - pihak lain yang berhubungan dengan dunia penerbangan tidak boleh main-main dalam melakukan pekerjaannya. Dunia penerbangan Indonesia masih terbilang buruk bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

Akibat dari jatuhnya pesawat AirAsia di perairan di Indonesia banyak kabar beredar bahwa pemerintah akan menghapus penerbangan murah. Tujuannya adalah dengan harga yang lebih "wajar" maka diharapkan unsur keselamatan dari suatu penerbangan dapat dijaga. Namun tidak semua pihak setuju akan usulan ini. Sultan Kasepuhan Cirebon, Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningra mengatakan, "Tarif murah pesawat juga bisa menggerakkan pariwisata nasional dengan saling mengunjungi antardaerah, atau yang kita kenal wisata Nusantara". Lebih lanjut, Sultan menerangkan bahwa dengan luas negara seperti Indonesia maka dibutuhkan transportasi yang cepat dan murah.

Sumber :
http://www.skanaa.com/id/news/detail/penghapusan-low-cost-carrier-ancam-persatuan-indonesia
https://maskapai.wordpress.com/2008/03/13/fenomena-low-cost-carrier/
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/01/07/nhsn0d-menko-perekonomian-tiket-pesawat-murah-tak-dilarang-asal-aman
http://www.tiketips.com/2015/01/hapus-tiket-pesawat-murah-apakah-solusi.html

Thursday, January 15, 2015

Mengupas Teknologi Kotak Hitam


Kotak hitam atau lebih dikenal dengan istilah black box adalah seperangkat alat yang digunakan untuk merekam data - data alat transportasi penerbangan. Kotak hitam terdiri atas dua komponen perekam yang mempunyai fungsi serupa tapi tak sama. Komponen pertama adalah FDR atau flight data recorder yang fungsinya merekam data - data penerbangan seperti acceleration, airspeed, attitude, flap settings, outside air temperature, cabin temperature and pressure, engine performance dan banyak lagi. Komponen kedua adalah CVR atau cockpit voice recorder yang fungsinya adalah merekam pembicaraan dalam kokpit.

Saat ini teknologi yang digunakan untuk merekam informasi pada kotak hitam adalah solid-state drive. Solid-state drive dianggap lebih baik dari generasi sebelumnya yaitu pita magnetik. Keuntungan dari memakai solid-state drive ini adalah tidak memerlukannya bagian bergerak karena data disimpan dalam chip memori sehingga dapat melakukan perawatan lebih mudah dan memperkecil resiko rusak saat kecelakaan.

Data dari CVR dan FDR disimpan pada papan memori di bagian dalam unit memori tahan-benturan (CSMU). CSMU merupakan kompartemen silinder pada alat perekam. Papan memori berdiameter sekitar 4,45 cm dan tinggi 2,54 cm. Papan memori ini memiliki kapasitas penyimpanan data digital yang dapat mengakomodasi data audio selama 2 jam untuk CVR dan 25 jam penerbangan untuk FDR.

Pesawat dilengkapi sensor yang mengumpulkan data. Sensor ini mendeteksi akselerasi, kecepatan di udara, ketinggian, temperatur luar, temperatur kabin beserta tekanannya, performa mesin, dan banyak lagi. Perekam dengan pita magnetik bisa melacak 100 parameter, sementara perekam solid-state bisa melacak lebih dari 700 pada pesawat yang lebih besar.

Semua data yang dikumpulkan oleh sensor pesawat dikirim ke unit akuisisi data penerbangan (FDAU) di bagian depan pesawat. Perangkat ini sering ditemukan di dalam perangkat elektronik di bawah kokpit. FDAU merupakan manajer menengah untuk keseluruhan proses perekaman data. Unit ini membawa informasi dari sensor dan mengirimnya ke kotak hitam.

Kedua kotak hitam didukung salah satu dari dua pembangkit listrik yang menarik daya dari mesin pesawat. Satu generator memiliki 28 volt sumber daya DC. Satu lagi 115 volt dan 400 Hz tenaga AC.

sumber:
http://blogqyta.blogspot.com/2009/10/apa-itu-black-box-label-pengetahuan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kotak_hitam
http://news.viva.co.id/news/read/313955-bagian-pesawat-yang-paling-penting-ditemukan

Tuesday, January 13, 2015

Sinergi MDGs


Dengan pemerintahan baru yang mulai pada akhir 2014 dan sudah dihadapkan dengan berbagai macam masalah, apakah target - target MDGs 2015 dapat tercapai semuanya? Seperti yang sudah dibahas dalam post sebelumnya, ketahanan perbankan adalah satu hal dasar yang sangat penting dalam menghadapi MDGs. Selain perbankan, manusia juga menjadi hal yang penting dalam tercapainya MDGs.

Indeks pembangunan manusia atau disingkat IPM direpresentasikan dalam 3 dimensi yaitu: umur panjang dan sehat, pengetahuan dan kualitas hidup yang layak. Indikator - indikator dari 3 dimensi tersebut antara lain adalah :

1. Umur Panjang = Angka harapan hidup pada saat lahir
2. Pengetahuan = Angka melek huruf (AMH) & rata-rata lama sekolah (MYS)
3. Kehidupan yang layak = Pengeluaran per kapita riil yang disesuaikan (PPP Rupiah)

3 indikator ini penting nilainya untuk mendapatkan nilai IPM. Pembangunan manusia harus dipastikan berjalan dengan sangat baik karena walau sebaik apapun kekuatan perbankan namun manusianya tidak kompeten maka hasilnya akan buruk bagi negara.

Saat ini pembangunan di daerah - daerah sedang digalakan agar dapat mencapai target MDGs 2015. Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Badan Pembangunan Nasional, dan pihak terkait bekerja keras dalam upaya membangun kesejahteraan rakyat yang merata di Indonesia.

Sumber :
http://www.bappenas.go.id/files/6613/7890/3137/2.Handbook_2014.pdf
http://www.p2kp.org/pustaka/files/POU_PNPM_2008/Lampiran-1__Info-ringkas-IPM-dan-MDGs.pdf


Perbankan Indonesia Menuju MDGs



Untuk mencapai target dari MDGs yang telah disepakati oleh banyak negara, Indonesia harus mempersiapkan diri dan mulai berbenah. Banyak hal yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk mencapai target dari MDGs tersebut, salah satunya adalah faktor perbankan. Apa sajakah perubahan - perubahan yang telah dilakukan di sektor perbankan ini?

Pada tujuan MDGs tahun 2015 butir 8 yaitu "Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan", pemerintah merincikan tujuan tersebut ke dalam beberapa butir lagi yang diantaranya berbunyi "Mengembangkan Sistem Keuangan dan Perdagangan yang Terbuka, Berbasis Peraturan, Dapat Diprediksi, dan Tidak Diskriminatif". Tujuan tersebut mempunyai 3 indikator yaitu :

1. Rasio ekspor dan impor terhadap PDB (indikator keterbukaan ekonomi)
2. Rasio pinjaman terhadap simpanan di bank umum
3. Rasio pinjaman terhadap simpanan di BPR

Dari ketiga indikator tersebut semuanya berstatus akan tercapai pada tahun 2015. Hal ini bisa dikatakan cukup baik karena pertumbuhan indikator tersebut tidak kecil mengingat Indonesia pernah mengalami krisis pada tahun 1998. Sejak mengalami krisis ekonomi tahun 1998 dunia perbankan Indonesia memperbaiki diri agar mampu menjaga ketahanan perbankan dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan ini. 

Ada hal - hal positif yang terdapat dalam perbaikan sistem perbankan Indonesia dalam mencapai tujuan MDGs. Namun tentu masih banyak hal yang kurang dan harus diperbaiki. Sistem perbankan yang kuat merupakan modal penting yang harus dimiliki oleh Indonesia dalam menghadapi MDGs. Sejatinya pemerintah harus semakin memperhatikan lagi indikator - indikator dari targer MDGs yang masih butuh perhatian dan akan tercapai agar menjadi sudah tercapai mengingat semakin dekatnya deadline dari MDGs 2015 tersebut.

Sumber :
http://www.bappenas.go.id/files/1913/5229/9628/laporan-pencapaian-tujuan-pembangunan-milenium-di-indonesia-2011__20130517105523__3790__0.pdf

Tuesday, January 6, 2015

MDGs 2025




Millennium Development Goals (MDGs) atau  diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi “Tujuan Pembangunan Milenium”, adalah sebuah paradigma pembangunan global yang  dideklarasikan Konferensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York pada bulan September 2000. Semua negara yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitmen untuk mengintegrasikan MDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional dalam upaya menangani penyelesaian terkait dengan isu-isu yang  sangat  mendasar tentang pemenuhan hak asasi dan kebebasan manusia, perdamaian, keamanan, dan pembangunan. Namun pada tahun 2005 dilakukan revisi dengan 8 target yang harus diupayakan terjadi perubahan berarti pada tahun 2015. Target - target tersebut adalah :

1. Membasmi kemiskinan dan kelaparan
2. Pencapaian pendidikan dasar yang universal
3. Mempromosikan kesetaraann gender dan pemberdayaan perempuan
4. Mengurangi Angka Kematian Bayi dan Anak
5. Memperbaiki kualitas kesehatan maternal
6. Membasmi penyakit HIV AIDS, Malaria dan penyakit menular lainnya.
7. Perbaikan lingkungan yang terus menerus
8. Kerjasama global untuk pengembangan

Deklarasi MDGs merupakan hasil perjuangan dan kesepakatan bersama antara negara-negara berkembang dan maju. Negara-negara berkembang berkewajiban untuk melaksanakannya, termasuk salah satunya Indonesia dimana kegiatan MDGs di Indonesia mencakup pelaksanaan kegiatan monitoring MDGs. Sedangkan negara-negara maju berkewajiban mendukung dan memberikan bantuan terhadap upaya keberhasilan setiap tujuan dan target MDGs.

Hingga saat ini pemerintah mengklaim beberapa target hampir tercapai, namun hal itu dibantah oleh organisasi masyarakat yang terjun langsung ke lapangan dan mendapatkan hasil yang berbeda. Masih banyak upaya yang harus dilakukan, bukan hanya oleh pemerintah namun seluruh masyarakat, agar target MDGs 2015 dapat tercapai.

Sumber :
http://edukasi.kompasiana.com/2013/08/13/apa-itu-mdgs-583450.html
http://www.perinasia.com/post/112?title=Analisis+Epidemiologis+Terkini++Millenium+Development+Goals+%28MGDs%29%3A+MDGs+4+dan+MDGs+5+di+Indonesia
http://chocolateyvette.blogspot.com/2014/10/mdgs-2025.html