Showing posts with label Organisasi. Show all posts
Showing posts with label Organisasi. Show all posts

Saturday, November 29, 2014

Manajemen Waktu

Lawan keinginan menunda karena musuh utama waktu adalah menunda. Kita tidak pernah tahu apakah besok masih ada waktu kosong atau tidak. Terkadang waktu yang kita habiskan tidak sesuai dengan yang sudah kita rencanakan. Jadi ketika punya kesempatan untuk mengerjakan tugas maka kerjakan pada saat itu juga.

Untuk lebih jelasnya ada beberapa poin penting dalam mengatur waktu :

1. Use a To Do List

Buat daftar kegiatan yang harus dilakukan. Tidak hanya sebagai pengingat tapi juga sebagai alat agar kita bisa mengatur waktu kapan harus selesai dan berapa lama kegiatan itu dikerjakan.

2. Get Set In Your Ways

Buat rutinitas harian dengan detail. Manajemen waktu yang baik itu menunjukkan organisasi yang baik pula.

3. Break It Up!

Pecahkan tugas besar menjadi tugas-tugas kecil agar memudahkan untuk menyelesaikannya.

4. Be Realistic

Jangan memasang target waktu yang tidak masuk akal, berikan waktu tambahan dari estimasi waktu yang diperkirakan.

5. Pick Up a Good Habit

Buat kebiasaan baru yang bisa membuat waktu jadi lebih berharga.

6. Big Messes Start With Little Piles

Selesaikan pekerjaan segera. Buang segala sesuatu yang tidak dibutuhkan lagi begitu sudah selesau menggunakannya sebelum hal itu memenuhi ruangan.

7. Start Tomorrow Tonight!

Biasakan untuk mempersiapkan hal-hal y ang akan dilakukan besok pada malam sebelumnya, seperti mempersiapkan baju yang akan dipakai besok atau menaruh semua hal yang akan diperlukan pada tempatnya, karena ini akan membuat waktu kita lebih efisien.

8. Don’t Forget To Write Yourself a Note

Gunakan reminder (pengingat) pada To Do List. Gunakan HP atau alarm jam!

9. Schedule a Task

Hal termudah untuk dapat mengerjakan apa yang ingin dikerjakan ialah membuat jadwal.

10. First Things First

Buat prioritas pekerjaan lalu buat jadwal pada waktu yang sesuai. Menurut pengarang buku “Seven Habits” Stephen R. Covey ada 4 level kepentingan dengan mempertimbangkan dua aspek, urgency (kemendesakan) dan importancy (kepentingan) yaitu: (1) urgent dan important, (2) tidak urgent tapi important, (3) urgent tapi tidak important, (4) tidak urgent dan tidak important.

11. Learn to Say No!

Belajar untuk menolak ajakan yang tidak penting dan dapat menggangu tapi lakukan dengan sopan. Kita harus fokus terhadap waktu kita. Stay focus!

12. The Pause that Refreshes

Buat jeda waktu untuk istirahat pada jadwal. Ini akan membuat kita refresh dan fokus akan “Apa yang dilakukan selanjutnya?”

13. Be Flexible

Untuk membiasakan diri dengan manajemen waktu yang efektif membutuhkan waktu yang tidak singkat. Jika ada pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan tepat waktu, jadikan jadwal kamu fleksibel dengan waktu yang ada.

Friday, November 28, 2014

Soft Skill Pemimpin



Tabel Peringkat Soft Skill Pemimpin Menurut Mahasiswa Sistem Informasi


Hasil berdasarkan tabel diatas sebagai berikut : 

Peringkat 1   : Integritas
Peringkat 2   : Bertanggung Jawab
Peringkat 3   : Disiplin
Peringkat 4   : Tegas
Peringkat 5   : Mandiri
Peringkat 6   : Kreatif
Peringkat 7   : Kemampuan Interpersonal
Peringkat 8   : Mampu Bekerja Sama
Peringkat 9   : Daya Analisis
Peringkat 10 : Kemampuan Berorganisasi

Organisasi : Perubahan


Semua hal di dunia ini, cepat atau lambat, akan berubah. Perubahan yang terjadi tidak selalu menuju ke arah yang baik. Perubahan sejatinya disikapi dengan positif apapun hasilnya. Organisasi pun mengalami perubahan. Perubahan organisasi mengacu kepada hal yang berkaitan dengan aktivitas pelaksanaan tugas di dalam suatu organisasi, sehingga menuju kepada suatu keadaan di dalam perusahaan tersebut yang dianggap lebih baik oleh pihak manajemen seiring dengan berjalannya waktu. Ada 2 faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam organisasi, yaitu :

1. Faktor Internal

Faktor internal antara lain adalah :

- Perubahan kebijakan pimpinan
- Perubahan tujuan
- Perluasan wilayah operasi tujuan
- Volume kegiatan bertambah banyak
- Sikap & perilaku dari para anggota organinsasi


2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal antara lain adalah :

- Politik
- Hukum
- Kebudayaan
- Teknologi
- Sumber Daya Alam
- Demografi
- Sosiologi


Dalam mengalami perubahan suatu organisasi melalui tahapan - tahapan, yaitu :

1. Unfreezing

Orang merasakan adanya kebutuhan untuk berubah dan mempersiapkan diri untuk perubahan tersebut.

2. Changing

Tahapan implementasi perubahan, orang mulai mencoba perilaku baru dengan harapan akan menaikkan efektifitasnya.

3. Refreezing

Tahapan dimana orang memandang bahwa perilaku baru yang telah dicobanya selama periode “changing” menjadi bagian dari orang tersebut.


Ciri - ciri perubahan organisasi antara lain :

1. Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat tentang permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.

2. Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.

3. Menekankan cara - cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.

4. Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.

5. Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.

6. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.


Dalam perkembangan atau perubahan organisasi ada dua hal yang terkena dampak, yang pertama adalah orang - orangnya dan yang kedua adalah ketrampilan dan sikap. Perkembangan pada orang - orang di dalam organisasi menggunakan metode - metode di bawah ini : 

- Jaringan manajerial
- Latihan kepekaan
- Pembentukan tim
- Umpan balik Survey

Sedangkan untuk perkembangan ketrampilan dan sikap menggunakan metode di bawah ini :

- Latihan ditempat kerja
- Latihan instruksi kerja
- Latihan diluar tempat kerja
- Latihan ditempat tiruan



Sumber :
http://dessymarantika7.blogspot.com/2013/04/perubahan-dan-pengembangan-organisasi.html
http://herisllubers.blogspot.com/2013/06/pengertian-perubahan-dan-pengembangan.html
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Mimin%20Nur%20Aisyah,%20M.Sc.,%20Ak./Bab%2012%20Perubahan%20&%20Pengembangan%20Organisasi.pdf
PDF Perubahan & Pengembangan Organisasi
http://kangmasdyan07.blogspot.com/2012/11/perubahan-dan-perkembangan-organisasi.html

Organisasi : Komunikasi



Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Dalam definisinya secara khusus mengenai komunikasi itu sendiri menurut Hovland adalah “proses mengubah perilaku orang lain” (communication is the process to modify the behaviour of other individuals).

Komunikasi dalam organisasi atau perusahaan dapat menentukan efektif atau tidaknya penyampaian pesan atau perintah antar anggota organisasi, baik antara atasan dengan bawahan (downward communication), bawahan dengan atasan (upward communication), maupun antar anggota yang jabatannya setaraf (lateral communication).

Tahapan - tahapan dalam proses komunikasi:

1. Ide (gagasan) : Pengirim

2. Perumusan : Ide si Pengirim disampaikan dalam kata-kata.

3. Penyaluram (transmitting) : Lisan, tertulis, mempergunakan symbol, atau isyarat.

4. Tindakan : Perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan.

5. Pengertian : Kata-kata si Pengirim yang ada dalam perumusan tadi menjadi ide si Penerima.

6. Penerimaan : Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita (penangkap berita).


Berikut adalah 4 jenis arah komunikasi yang dapat membantu Anda dalam menyampaikan informasi :

1. Komunikasi Ke Bawah

Komunikasi ke bawah (downward communication) adalah penyampaian informasi dari atasan ke bawahan sesuai dengan struktural di organisasi.

2. Komunikasi Ke Atas

Komunikasi ke atas (upward communication) adalah penyampaian informasi dari bawahan ke atasan.

3. Komunikasi Horisontal

Komunikasi horisontal (horizontal communication) adalah komunikasi yang melibatkan antar individu atau kelompok pada level yang sama.

4. Komunikasi Diagonal

Komunikasi diagonal (diagonal communication) adalah komunikasi yang dilakukan antar individu atau kelompok pada bagian berbeda dan tingkatan yang berbeda pula.


Berikut ini beberapa hambatan dalam berkomunikasi secara efektif.

1. Filtering, yaitu pengirim pesan memanipulasi informasi sehingga informasi tersebut seakan-akan terlihat menguntungkan.

2. Selective perception, yaitu penerima pesan dalam proses komunikasi secara selektif melihat dan mendengar pesan tersebut berdasarkan kebutuhan, motivasi, pengalaman, dan berbagai karakteristik pribadinya.

3. Information overload, yaitu informasi yang kita terima melebihi kapasitas kita dalam memproses/mengolah informasi tersebut.

4. Emotions, yaitu interpretasi yang berbeda terhadap informasi saat kita sedang sedih dengan saat kita merasa senang.

5. Language atau bahasa, yaitu ketidakpahaman terhadap bahasa atau istilah-istilah tertentu antara satu orang dengan yang lain.

6. Silence, yaitu tidak adanya komunikasi.

7. Communcation apprehention, yaitu ketakutan/kecemasan seseorang untuk berkomunikasi.

8. Lying, atau berbohong.




Sumber :
http://www.manajemenperusahaan.com/komunikasi-dalam-organisasi/
http://ekaayu-wulandari.blogspot.com/2013/05/komunikasi-efektif-dalam-organisasi.html
http://mediabisnisonline.com/mengenal-4-jenis-arah-komunikasi-dalam-organisasi/
http://sriwahono.wordpress.com/2013/07/16/5w-1h-untuk-komunikasi-yang-baik/

Organisasi : Proses




Proses dalam kamus bahasa Indonesia berarti rangkaian suatu tindakan.Proses organisasi merupakan jiwa bagi struktur organisasi. Jika proses tersebut tidak berjalan dan berfungsi dengan baik, maka masalah yang tidak pernah diharapkan akan timbul dalam sebuah organisasi. Terdapat empat proses yaitu:

1. Komunikasi

Komunikasi menduduki tempat yang utama karena susunan
keluasan dan cakupan organisasi secara keseluruhan ditentukan
oleh tehnik komunikasi. Komunikasi diartikan sebagai proses penyampaian informasi atau pengiriman kepada penerima informasi.Terdapat tiga elemen pokok yang saling berkaitan setiap terjadinya suatu komunikasi, yaitu:

- Sender (sumber berita)
- Message (pesan)
- Receiver (penerimaan berita)

Proses komunikasi umum berisi lima elemen:

1. Komunikator
Dalam suatu kerangka organisasi, komunikator adalah karyawan dengan ide,maksud, informasi dan suatu tujuan untuk berkomunikasi.

2. Pesan

Tujuan komunikator diekspresikan dalam bentuk pesan baik verbal atau non verbal. Pesan yang tidak disengaja dapat dikirimkan tanpa suara atau tindakan untuk suatu hal tertentu demikian pula keputusan dari tujuan dan sasaran yang tidak bisa diteruskan dan metode yang tidak bisa dipergunakan.

3. Media

Media adalah pembawa pesan, alat dimana pesan dikirim. Dalam organisasi memberikan informasi pada anggota dalam berbagai cara, termaksud komunikasi tatap muka, pembicara melalui telepon, pertemuan kelompok, pesan melalui fax dan lain-lain.

4. Penerimaan Kode

Agar proses komunikasi sempurna, pesan dapat dikodekan, sehingga relevan dengan penerimaan.

5. Umpan Balik

Proses komunikasi satu arah tidak membuka umpan balik penerima terhadap komunikator, meningkatkann potensi distorsi antara pesan yang dimaksud dan pesan yang diterima.


2. Pengambilan Keputusan

Keputusan dari seorang pemimpin tidak datang secara tiba - tiba, tetapi melalui suatu proses. Proses pengambilan keputusan itu berlangsung dengan tahapan sebagai berikut :

1. Menghimpun data melalui pencatatan bahkan mungkin
2. Berupa kegiatan penelitian
3. Melalui analisis data
4. Menetapkan keputusan yang akan ditempuh
5. Mengoperasionalkan keputusan menjadi kegiatan
6. Selama berlangsungnya kegiatan sebagai pelaksana keputusan akan diperoleh data operasional yang baru

Model-model Pengambilan Keputusan

1. Relationalitas Keputusan
2. Model-model perilaku pengambilan keputusan

Teknik Pengambilan Keputusan

1. Teknik -teknik kreatif : Brainstorming dan Synectics
2. Teknik -teknik partisipatif
3. Teknik -teknik pengambilan keputusan Modern : teknik delphi, teknik kelompok nominal


3. Evaluasi Prestasi

Proses evaluasi prestasi di dalam organisasi menunjukkan bahwa prestasi individu, kelompok, dan organisasi adalah suatu hasil atau variabel bergantung dari prilaku organisasi, struktur dan proses.


4. Sosialisasi dan Karir

Proses sosialisasi adalah suatu proses dimana kita dapat bergaul dalam suatu komunitas tertentu maka disitulah proses sosialisasi akan terjadi. Sedangkan karir adalah suatu deretan posisi yang di duduki oleh seseorang selama perjalanan usianya.  Karir adalah rangkaian perasaan individual dari sikap dan perilaku yang berkaitan dengan pengamalan kerja dan aktifitas selama rentang waktu kehidupan orang.


Sumber :

PDF Proses Organisasi
http://roniraffa.blogspot.com/2013/05/proses-organisasi.html
http://perilakumanajerial.wordpress.com/2012/02/15/proses-organisasi-dan-proses-manajerial/

Thursday, November 27, 2014

Organisasi : Konflik & Motivasi



Konflik

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Adapun jenis - jenis konflik antara lain :

1. Konflik peranan yang terjadi didalam diri seseorang (person-role conflict)
2. Konflik antar peranan (inter-role conflict)
3. Konflik yang timbul karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang (intesender conflict)
4. Konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan (intrasender conflict)

Konflik juga dapat dibedakan menurut pihak - pihak yang saling bertentangan. Atas dasar hal ini , ada 5 jenis konflik, yaitu :

1. Konflik dalam diri individu.
2. Konflik antar individu.
3. Konflik antar individu dan kelompok.
4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama.
5. Konflik antar organisasi

Sumber-Sumber Konflik

1. Kebutuhan untuk membagi (sumber daya-sumber daya) yang terbatas.
2. Perbedaan-perbedaan dalam berbagai tujuan.
3. Saling ketergantungan kegiatan-kegiatan kerja.
4. Perbedaan nilai-nilai atau persepsi.
5. Kemandirian organisasional.
6. Gaya-gaya individual.

Strategi Penyelesaian Konflik

1. Menghindar

Menghindari konfik dapat dilakukan jika isu atau masalah yg memicu konflik tidak terlalu pentin atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang ditimbulkannya.

2. Mengakomodasi

Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur stratei pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain.

3. Kompetisi

Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda.

4. Kompromi atau Negosiasi

Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, mserta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.

5. Memecahkan Masalah

Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.



Motivasi

Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan - kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.

Motivasi dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :

1. Motivasi Fisiologis

Motivasi alamiah (biologis) seperti lapar, haus, seks.

2. Motivasi Psikologis.

Dapat dikelompokan dalam 3 kategori dasar, yaitu :

– Motivasi kasih sayang (affectional motivation) yaitu motivasi untuk menciptakan dan memelihara kehangatan keharmonisan.

– Motivasi mempertahankan diri (ego-defensive motivation) yaitu motivasi untuk melindungi kepribadian dan mendapatkan kebanggaan diri.

– Motivasi memperkuat diri (ego-bolstering motivation) yaitu motivasi untuk mengembangkan kepribadian, berprestasi, dan lain - lain.

Teori Motivasi

- Teori Hirarki Kebutuhan Maslow

Menurut Maslow ada 5 kebutuhan dasar manusia yang membentuk hirarki kebutuhan, yaitu :
a. Kebutuhan Fisiologis
b. Kebutuhan Keamanan
c. Kebutuhan Sosial
d. Kebutuhan Penghargaan
e. Kebutuhan Aktualisasi Diri

- Teori Motivasi Berprestasi Mc Clelland

Menurut Mc Clelland, seseorang dianggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi, apabila dia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik dari pada yang lain dalam banyak situasi.
Mc Clelland memusatkan perhatiannya pada tiga kebutuhan manusia yaitu :
1. Kebutuhan Prestasi
2. Kebutuhan Afiliasi
3. Kebutuhan Kekuasaan

- Teori Motivasi Dua faktor Herzberg

Menurut Herzberg ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam organisasi, yaitu :
1. Pemuas kerja (job satisfier) yang berkaitan dengan isi pekerjaan.
2. Penyebab ketidakpuasan kerja (job dissafisfiers) yang bersangkutan dengan suasana pekerjaan Satisfiers disebar motivators.
3. Dissatifiers disebut faktor-faktor yang higienis.

Sumber :

http://kanissaputri.blogspot.com/2013/11/strategi-penyelesaian-konflik_1.html
http://indah11108009.wordpress.com/2010/04/15/teori-motivasi/
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik
http://juanda-sianipar.blogspot.com/2013/01/konflik-organisasi.html
PDF Konflik Organisasi

Organisasi : Bentuk & Struktur




Struktur Organisasi adalah cara yang disusun dan menjadi wadah berkumpulnya minimal dua orang untuk mencapai sebuah tujuan, dengan cara membagi pekerjaan, bisa dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal untuk mencapai susunan dan hubungan tiap bagian pekerjaan dalam mencapai tujuan.

Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka. Namun dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.

1. Organisasi Formal

Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya.

2. Organisasi Informal

Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut.

Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :

1. Bentuk Vertikal

Dalam bentuk ini, sistem organisasi pimpinan sampai organisasi atau pejabat yang lebih rendah digariskan dari atas ke bawah secara vertikal.

2. Bentuk Mendatar / Horizontal

Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun atau digariskan dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.

3. Bentuk Lingkaran
Dalam bentuk lingkaran, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.

4. Bentuk Setengah Lingkaran

Bagan Setengah lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.

5. Bentuk Elliptical

Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah digambarkan dengan pusat Elips kearah bidang elips

6. Bentuk Piramid terbalik

Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan organisasi atau pejabat terendah digambarkan dalam susunan berbentuk piramid terbalik.


Terdapat beberapa tipe struktur organisasi, dalam tipe struktur organisasi ini perusahaan dapat memilih mana yang terbaik sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Berikut tipe-tipe nya:

Struktur Tradisional

Struktur tradisonal yaitu berdasarkan fungsi divisi dan departemen. Fungsi ini adalah jenis struktur yang mengikuti aturan dan prosedur organisasi.Ciri-ciri struktur tradisional yaitu dengan memberikan garis otoritas yang jelas pada seluruh level manajemen. Berikut jenis struktur organisasi di bawah struktur tradisional:

1. Struktur Lini


Bentuk organisasi yang paling sederhana dan paling tua, digunakan di kalangan militer dengan jumlah karyawan yang masih sedikit dan saling kenal, dan spesialisasi kerja yang belum begitu tinggi.

2. Struktur Lini dan Staff


Biasanya digunakan oleh organisasi besar dengan daerah kerja yang luas dengan bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit. Memiliki satu atau lebih tenaga staf tenaga ahli yang memberi saran atau nasihat.

3. Struktur Fungsional

Pimpinan-pimpinan yang ada tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan mempunyai wewenang memberik komando sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.

4. Struktur Fungsional dan Staf


Merupakan kombinasi organisasi staf dan funsional, memiliki kekurangan dan kelebihan seperti halnya organisasi staf dan fungsional.

Struktur Divisional

Struktur divisional adalah jenis struktur yang berdasarkan divisi yang berbeda dalam suatu organisasi. Struktur-struktur ini dibagi kedalam:

1. Struktur Produk.
2. Struktur Pasar.
3. Struktur Geografis.

Macam-macam Skema Organisasi

a. Berdasarkan teknik atau cara membuatnya :

- Skema organisasi Tegak Lurus dari atas kebawah.
- Skema organisasi Mendatar dari kiri kekanan.
- Skema organisasi gabungan Tegak Lurus dan Mendatar.
- Skema organisasi Lingkaran.
- Skema organisasi Gambar.

b. Berdasarkan isi atau fungsi didalamnya :

- Skema Organisasi Fungsional

Menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi tugas dalam hubungannya dengan fungsi-fungsi yang lain dan saling berkaitan antara satu dengan yang lain.

- Skema Organisasi Jabatan

Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan masing-masing, tetang cara bekerja, apa yang harus ia lakukan dan pencapaian yang ia dapatkan.

- Skema Organisasi Nama

Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan, yang mengejarkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya.

- Skema Organisasi Nama dan Jabatan

Menggabungkan antara masing-masing jabatan dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.

- Skema Organisasi Struktur

Menjelaskan tingkatan jenjang antara unit-unit dalam organisasi tersebut, dan juga fungsi-fungsi antara bagian-bagian itu satu sama lain yang saling berhubungan dan juga saling membantu.


Sumber :

http://bangbiw.com/tipe-struktur-organisasi/
http://permadiputra.wordpress.com/2012/11/12/organisasi-tipe-bentuk-struktur-skema-organisasi/
http://agungzetiadji.blogspot.com/2012/10/tipe-bentuk-organisasi_7235.html

Macam - Macam Organisasi : Tujuan

Setiap organisasi pasti mempunyai tujuan. Dari berbagai macam tujuan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 3 tujuan yang mendasar yaitu :

1. Organisasi Niaga
2. Organisasi Sosial
3. Organisasi Regional dan Internasional

Organisasi Niaga

Organisasi niaga adalah suatu organisasi yang bertujuan untuk mendapatkan suatu keuntungan. Adapun macam-macam organisasi niaga antara lain:


Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan terbatas dahulu disebut Naamloze Vennootschaap (NV), yaitu suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham memiliki tanggung jawab yang terbatas yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan maka keuntungan tersebut dibagi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. 
Perseroan Terbatas ada 3 macam yaitu:

1. PT Terbuka 

Perseroan terbuka adalah perseroan terbatas yang menjual sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal. Jadi sahamnya ditawarkan kepada umum, diperjualbelikan melalui bursa saham

2. PT Tertutup 

Merupakan perseroan terbatas yang modalnya berasal dari kalangan tertentu misalnya pemegang sahamnya hanya dari kerabat dan keluarga saja atau orang kalangan terbatas dan tidak dijual kepada umum.

3. PT Kosong

Perseroan terbatas yang tidak memiliki kegiatan tetapi telah memiliki izin usaha dan izin lainnya.


- Persekutuan Komanditer (CV) 

Persekutuan Komanditer atau biasa disebut CV (Commanditaire Vennootscap) adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin.Bentuk CV dibagi menjadi 3 yaitu:

1. CV Murni 

Hanya terdapat satu sekutu komplementer, yang lain merupakan sekutu komanditer.

2. CV Campuran 

Terbentuk dari suatu firma yang membutuhkan tambahan modal. Dimana sekutu firma tersebut menjadi sekutu komplementer sedangkan sekutu lain menjadi sekutu komanditer.

3. CV Bersaham 

CV yang mengeluarkan saham yang tidak dapat diperjualbelikan. Sekutu komplementer maupun komanditer mengambil satu saham atau lebih. 


- Joint Ventura

Joint Ventura atau perusahaan patungan adalah sebuah kesatuan yang dibentuk antara 2 pihak atau lebih untuk menjalankan kegiatan ekonomi bersama. Perusahaan ini umumnya untuk suatu proyek khusus saja dan bisa berupa badan hukum, kemitraan atau struktur resmi lainnya bergantung pada jumlah pertimbangan seperti pertanggungjawaban pajak dan kerugian.


- Firma (FA)

Merupakan sebuah bentuk persekutuan untuk menjalankan usaha antar dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama. Pemilik firma terdiri dari beberapa orang yang bersekutu dan masing-masing anggota persekutuan menyerahkan kekayaan pribadi sesuai yang tercantum dalam akta pendirian perusahaan.


Koperasi

Koperasi adalah suatu jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan. Tujuan koperasi adalah mensejahterakan anggotanya. Jenis - jenis koperasi antara lain :

1. Koperasi simpan pinjam

Koperasi yang bergerak di bidang simpanan dan pinjaman.

2. Koperasi konsumen

Koperasi yang beranggotakan para konsumen dengan menjalankan kegiatan jual beli barang konsumen.

3. Koperasi produsen

Koperasi yang beranggotakan para pengusaha UKM dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya.

4. Koperasi pemasaran

Koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk atau jasa koperasi anggotanya.

5. Koperasi jasa

Koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya. 


Trust

Merupakan peleburan beberapa badan usaha menjadi sebuah perusahaan yang baru, sehingga diperoleh kekuasaan yang besar dan monopoli.


- Kartel

Merupakan kerja sama antara beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang sama dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan, memperkecil kondisi persaingan dan memperluas atau menguasai pasar. Macam-macam kartel yang sering dijumpai antara lain:

1. Kartel Wilayah 

Penggabungan yang didasarkan pada perjanjian pembagian wilayah atau daerah penjualan dan pemasaran barangnya.

2. Kartel Produksi

Penggabungan yang bertujuan untuk menyelenggarakan produksi bersama secara massal, tetapi masing-masing perusahaan ditetapkan batas jumlah produksi yang diperbolehkan.

3. Kartel Bersyarat 

Penggabungan dengan menetapkan syarat-syarat penjualan, penyerahan barang dan penetapan kualitas produksi.

4. Kartel Harga 

Penggabungan dengan menetapkan harga minimum dari produk yang dihasilkan masing-masing anggota.

5. Kartel Pembelian dan Penjualan

Penggabungan untuk pembelian dan penjualan hasil produksi, agar tidak terjadi persaingan.


- Holding Company

Merupakan suatu PT yang besar yang menguasai sebagian besar saham perusahaan lainnya. Meskipun secara yuridis badan usaha yang dikuasai tetap berdiri sendiri namun diatur dan dijalankan sesuai dengan kebijakan PT yang menguasai.



Organisasi Sosial

Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang ttidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.



Organisasi Regional dan Internasional

Organisasi regional mempunyai wilayah kegiatannya bersifat regional, dan keanggotaan hanya diberikan bagi negara-negara pada kawasan tertentu saja.

Organisasi internasional adalah suatu bentuk organisasi dari gabungan beberapa negara atau bentuk unit fungsi yang memiliki tujuan bersama mencapai persetujuan yg juga merupakan isi dari perjanjian atau charter.


Sumber :

http://ruhtaf12.blogspot.com/2013/02/organisasi-niaga-organisasi-sosial-dan.html
http://up-side-below.blogspot.com/2012/10/klasifikasi-organisasi-niaga-sosial.html
http://edukasi.kompasiana.com/2014/10/13/macam-organisasi-dari-segi-tujuan-685173.html

Ciri - Ciri, Unsur, dan Teori - Teori Organisasi

Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip. Organisasi mempunyai ciri - ciri dan unsur yang membentuknya. Berikut ini adalah ciri - ciri organisasi :

- Organisasi Mempunyai Tujuan dan Sasaran Utama Untuk Dicapai Bersama-sama

Organisasi diciptakan tidak untuk kepentingan sendiri, tetapi untuk kepentingan bersama anggota.

- Organisasi Mempunyai Aturan

Setiap organisasi mempunyai aturan, aturan tersebut harus ditaati oleh setiap anggota, tujuan aturan tersebut dibuat yaitu supaya organisasi terkendali dan teroganisir.

- Organisasi Termanajemen

Dalam berorganisasi untuk mencapai tujuan maka diperlukan kerja sama tim.

- Organisasi Terkoordinasi

Mengkoordinasi tugas merupakan salah satu tugas manager atau pimpinan, pimpinan yang baik yaitu pimpinan yang mengajarkan anggotanya sebelum memberikan perintah untuk dikerjakan, beda dengan ‘bos’ yang hanya terima beres.

Selain itu ada pula yang menyatakan ciri - ciri organisasi sebagai berikut :

- Adanya suatu kelompok orang yang dapat dikenal dan saling mengenal, 

- Adanya kegiatan yang berbeda-beda, tetapi satu sama lain saling berkaitan (interdependent part) yang merupakan kesatuan kegiatan, 

- Tiap-tiap orang memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa; pemikiran, tenaga, dan lain-lain, 

- Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan, 

- Adanya tujuan yang ingin dicapai.

Dalam membentuk organisasi ada unsur - unsur yang harus dimiliki, antara lain :

- Manusia

Dalam kehidupan organisasi sering disebut istilah pegawai atau personel.  Pegawai atau personel terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja. Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi organisasi.

- Kerjasama

Kerjasama merupakan suatu perbuatan tolong menolong terhadap suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama - sama untuk mencapai tujuan bersama. 

- Tujuan bersama

Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai.

- Peralatan

Peralatan yang dimaksud terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya (tanah, gedung/bangunan/kantor).

- Lingkungan

Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, teknologi, kebijaksanaan, strategi, anggaran dan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan.






Teori organisasi ada 3, yaitu :

1. Teori Klasik

Teori klasik kadang disebut teori tradisional yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800. Dalam hal ini, organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritis klasik sebagai sentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanisme structural yang kaku tidak mengandung kreatifitas. Teori klasik berkembang dalam 3 aliran yang dibangun atas dasar anggapan –anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama, yaitu: 

- Teori birokrasi
- Teori administrasi
- Teori manajemen ilmiah.

2. Teori Neoklasik

Teori organisasi Neoklasik dikenal sebagai teori hubungan manusiawi dan dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapn dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya, sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama. Percobaan-percobaan di Howthrone yang dilakukan dari 1924 sampai 1932 menandai permulaan perkembangan teori hubungan manusiawi. Percobaan ini merupakan kristalisasi teori neoklasik. Penemuan Howthrone telah menambah dimensi baru bagi teori organisasi. Dan pada akhirnya percobaan-percobaan Howthrone menunjukkan bagaimana kegiatan kelompok-kelompok kerja kohesif sangat berpengaruh pada teori operasi organisasi.

3. Teori Modern

Teori organisasi modern disebut juga analisa sistem pada organisasi merupakan aliran terbesar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori ini melihat bahwa semua unsur organisasi merupakan satu kesatuan dan saling ketergantungan yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil tetapi organisasi merupakan sistem yang terbuka.


Sumber :
http://edukasi.kompasiana.com/2014/10/08/ciri-unsur-teori-organisasi-684108.html
http://www.blog-berbagi.com/2012/05/defenisi-dan-ciri-ciri-organisasi.html
http://bangbiw.com/ciri-ciri-unsur-dan-teori-organisasi/
http://ilmanfadilah.blogspot.com/2013/10/ciri-ciri-organisasi-dan-teori.html
http://go-blogeverywhere.blogspot.com/2014/10/ciri-ciri-organisasi.html


Pengertian Organisasi

Kata organisasi sudah sering terdengar di sekitar kita. Banyak orang membentuk organisasi dengan tujuan yang beragam. Murid SMP dan SMA yang menjadi anggota pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau mahasiswa yang ikut menjadi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) mungkin sudah mengenal bentuk dari organisasi.

Pengertian dari organisasi adalah kesatuan yg terdiri atas bagian-bagian dalam perkumpulan untuk tujuan tertentu. Ada beberapa pengertian lain tentang organisasi oleh para ahli di antaranya adalah :

- Stephen P. Robbinss

Organisasi merupakan kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

- Kochler

Organisasi merupakan sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.

- Stoner

Organisasi merupakan suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.

Dalam setiap organisasi pasti mempunyai tujuan. Tujuan tersebut dapat tercapai apabila dalam organisasi tersebut terdapat manajemen dan tata kerja yang jelas antara satu bidang dengan bidang yang lain.

Mary Parker Follet mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan tapi melalui orang lain, artinya seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien, manajemen perlu melewati beberapa proses , yaitu proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya. Sedangkan tata kerja adalah cara dimana yang bertujuan untuk mencapai tingkat efesien dan maksimal dengan cara melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dan berhasil sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

Manajemen dan tata kerja memang faktor utama dalam tercapainya tujuan organisasi, seperti manajemen yang teroganisir dan tata kerja yang terencana dengan baik akan mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai tujuan yang ditetapkan


Sumber :
http://isma-ismi.com/pengertian-organisasi.html
http://kbbi.web.id/organisasi
http://bangbiw.com/pengertian-tentang-organisasi-manajemen-dan-tata-kerja/
http://drfadli.blogdetik.com/category/organisasi/

Thursday, November 20, 2014

Pemimpin



Banyak pemimpin yang tidak mempunyai jiwa kepemimpinan. Pemimpin yang baik seharusnya adalah seseorang yang berada di depan, melakukan suatu hal lebih dulu dari yang lain, dan memberikan arahan kepada orang yang ada di belakangnya. Dalam post ini akan dibahas tentang kepemimpinan. Apakah arti kepemimpinan,  tipe - tipe kepemimpinan, dan teori - teori kepemimpinan.
Seorang ahli mengatakan bahwa “Kepemimpinan merupakan salah satu fenomena yang paling mudah di observasi tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit dipahami” (Richard L. Daft,1999). Banyak sekali arti dan defini dari kepemimpinan. Hal itu terjadi karena arti atau definisi dari kepemimpinan dipengaruhi dari sudut pandang orang yang melihatnya. Seorang ahli lainnya mendefinisikan bahwa "Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi di antara pemimpin dan pengikut (bawahan) yang menginginkan perubahan nyata yang mencerminkan tujuan bersamanya" (Joseph C. Rost.,1993). Dapat diambil kesimpulan dari definisi tersebut bahwa pemimpin dan pengikut saling mempengaruhi, yang artinya adalah terjalinnya hubungan dua arah yang saling menguntungkan. Beberapa definisi dari ahli yang lain juga mempunyai pengertian yang hampir sama. 



Ada beberapa teori tentang bagaimana timbulnya seorang pemimpin, diantaranya adalah :

1. Teori Keturunan
2. Teori Kejiwaan
3. Teori Lingkungan


Menurut beberapa kelompok sarjana (dalam Kartono, 2003); Shinta (2002) membagi 8 tipe kepemimpinan : 


1. Kepemimpin Kharismatik


Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitasnya memancarkan pengaruh dan daya tarik yang besar bagi pengikutnya. Kepemimpinan kharismatik dipercaya oleh pengikutnya mempunyai kekuatan supernatural dari Tuhan Yang Maha Esa.

2. Kepemimpin Paternalistik/Maternalistik

Kepemimpinan paternalistik bersifat kebapakan dengan beberapa sifat seperti berikut ini :

a) Menganggap bawahannya belum dewasa
b) Bersikap terlalu melindungi
c) Jarang memberikan kepercayaan pada pengikutnya untuk mengambil keputusan sendiri
d) Jarang memberikan kepercayaan pada pengikutnya untuk berinisiatif
e) Jarang memberikan kepercayaan pada pengikutnya untuk mengembangkan imajinasinya
f) Bersikap maha tahu dan maha benar

Kepemimpinan maternalistik tidak berbeda jauh, hanya saja tipe kepemimpinan maternalistik mempunyai sifat over-protective dan kasih sayang yang berlebihan.

3. Tipe Kepemimpinan Militeristik

Tipe kepemimpinan ini mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Sifat - sifat yang ada pada tipe kepemimpinan itu antara lain :

a) Banyak menggunakan sistem komando, keras, kaku, dan kadang kurang bijaksana
b) Bawahan harus mempunyai kepatuhan mutlak
c) Menyukai formalitas, upacara, atau tanda - tanda kebesaran yang berlebihan
d) Menuntut disiplin yang keras
e) Tidak ingin dikritik
f) Berkomunikasi 1 arah

4. Tipe Kepemimpinan Otokratis

Ada 10 sifat dari tipe kepemimpinan ini, yaitu :

a) Mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipenuhi
b) Berperan sebagai pemain tunggal
c) Berambisi untuk merajai situasi
d) Kebijakan dan perintah ditetapkan sendiri
e) Tidak ada keterbukaan terhadap bawahan tentang rencananya
f) Pujian dan kritik didasarkan pikiran pribadi
g) Ada sikap eksklusivisme
h) Ingin berkuasa absolut
i) Sikap dan prinsipnya bersifat konservatif, kaku, kuno, dan ketat
j) Bersikap baik bila bawahannya patuh

5. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire

Tipe kepemimpinan ini membiarkan bawahannya berbuat sesukanya. Pemimpin tipe ini tidak mempunyai kemampuan dan kemauan untuk berpartisipasi dengan bawahannya. Organisasi atau kelompok yang dipimpin oleh pimpinan tipe ini biasanya akan berantakan.

6. Tipe Kepemimpinan Populistis

Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.

7. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif

Tipe pemimpin ini dapat mengerjakan tuga - tugas administratif secara efektif. Tipe pemimpin ini diharapkan dapat mengembangkan berbagai jenis perkembangan teknis.

8. Tipe Kepemimpinan Demokratis

Tipe kepemimpinan jenis ini berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisian pada bawahannya. Pemimpin jenis ini kekuatannya ada pada partisipasi aktif dari setiap bawahannya. Pemimpin jenis ini juga mau mendengarkan usulan, kritik, dan saran bawahannya. 


Teori - Teori Kepemimpinan 

1. Teori Sifat

Teori ini mengatakan bahwa kesuksesan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat - sifat dan kualitas yang dimilikinya. Teori ini memiliki kelemahan yaitu terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, Menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) ciri - ciri yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah:

- Pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan

- Sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif;

- Kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif. 

2. Teori Perilaku

Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:

a.  Konsiderasi dan Struktur Inisiasi

Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri-ciri seperti berikut :
- Ramah tamah
- Mau berkonsultasi
- Mendukung
- Membela
- Mendengarkan
- Menerima usul 
- Memikirkan kesejahteraan bawahan 
- Memperlakukannya setingkat dirinya

- Mementingkan tugas organisasi

b.  Berorientasi Kepada Bawahan dan Produksi

Perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh :
- Penekanan pada hubungan atasan-bawahan
- Perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan 
- Menerima perbedaan kepribadian
- Kemampuan dan perilaku bawahan. 

Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada : 
- Teknis pekerjaan
- Pengutamaan penyelenggaraan
- Penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan

3. Teori Situasional

Menurut teori ini kesuksesan seorang pemimpin ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Sondang P. Siagian (1994:129) berpendapat bahwa ada beberapa faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan antara lain :

- Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas
- Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan
- Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan
- Norma yang dianut kelompok
- Rentang kendali
- Ancaman dari luar organisasi
- Tingkat stress
- Iklim yang terdapat dalam organisasi

Berikut ini adalah 10 karakter yang sering kali dibicarakan oleh para ahli untuk pemimpin di masa depan :

1. Jujur
2. Kompeten
3. Berpandangan ke depan
4. Menginspirasi
5. Cerdas
6. Adil
7. Berwawasan Luas
8. Berani
9. Lugas
10. Imajinatif


Sumber :
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/adpu4334/w2_1_1_1.htm
http://belajarpsikologi.com/tipe-tipe-kepemimpinan/
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/194505031971091-MUHAMMAD_KOSIM_SIRODJUDIN/DEFINISI_DAN_TEORI_KEPEMIMPINANx.pdf
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/adpu4334/w2_3_1_1.htm
http://sbm.binus.ac.id/files/2013/05/10-KARAKTER-KEPEMIMPINAN-MASA-DEPAN.pdf
.