Showing posts with label Globalisasi. Show all posts
Showing posts with label Globalisasi. Show all posts

Saturday, October 10, 2015

Telematika




Menurut Wikipedia, istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:

Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan, dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
Dalam perkembangannya, teknologi telematika ini telah menggunakan kecepatan dan jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehingga sejumlah besar informasi dapat ditransmisikan dengan jangkauan, menurut keperluan, sampai seluruh dunia, bahkan ke seluruh angkasa, serta terlaksana dalam sekejap. Kecepatan transmisi elektromagnetik adalah (hampir) 300.000 km/detik, sehingga langsung dikirim begitu sampai, memungkinkan orang berdialog langsung, atau komunikasi interaktif

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, maka dapat disarikan pemahaman tentang telematika sebagai berikut:
1. Telematika adalah sarana komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik.
2. Kemampuannya adalah mentransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia, dan dalam berbagai cara, yaitu dengan perantaan suara (telepon, musik), huruf, gambar dan data atau kombinasi-kombinasinya. Teknologi digital memungkinkan hal tersebut terjadi.
3. Jasa telematika ada yang diselenggarakan untuk umum (online, internet), dan ada pula untuk keperluan kelompok tertentu atau dinas khusus (intranet).

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital.
Di Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat, yaitu:

1. Periode rintisan

Periode Rintisan di Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa Malari, Pemilu tahun 1977, pengaruh Revolusi Iran, dan ekonomi yang baru ditata pada awal pemerintahan Orde Baru, melahirkan akhir tahun 1970-an penuh dengan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi. Sementara itu sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga Prancis. Mulai tahun 1970-an inilah Toffler menyebutnya sebagai zaman informasi.
Namun demikian, perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukup meningkatkan perkembangan telematika. Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikan pun jauh dari harapan. Walaupun demikian, dalam waktu satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia mulai dilakukan. Jaringan telepon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatar belakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984. Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakat Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Johny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet”, pada tahun 1983 bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat.

2. Periode pengenalan

Periode Pengenalan berawal pada tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. Hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan pada tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet. Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televisi swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996. Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998. Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental computer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan tanggap dalam menyongsong tahun 2000.

3. Periode aplikasi

Periode Aplikasi Reformasi pada tahun 2000 banyak disalah artikan, gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat dengan mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah. Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millenium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mulai dilaksanakan dan diaplikasikan. Di pihak lain, semuanya itu dapat berlangsung lancar dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang. Awal era millenium pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai bidang usaha yang bergerak di sector telematika, diatur oleh Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.

Teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Muatannya yang mencapai 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu internet dapat diakses dengan mudah dan gratis. Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta.

Perkembangan Telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya. Dukungan politik pemerintah dengan berbagai kebijakannya, harus lebih dapat menggairahkan telematika di Indonesia, dan tentunya industri, serta pengaruh luar negeri mengambil peranan penting disamping ketertarikan masyarakat yang membutuhkannya.

Sumber:
http://ichamuharami.blogspot.co.id/2015/01/perkembangan-telematika-di-indonesia.html

Tuesday, January 13, 2015

Sinergi MDGs


Dengan pemerintahan baru yang mulai pada akhir 2014 dan sudah dihadapkan dengan berbagai macam masalah, apakah target - target MDGs 2015 dapat tercapai semuanya? Seperti yang sudah dibahas dalam post sebelumnya, ketahanan perbankan adalah satu hal dasar yang sangat penting dalam menghadapi MDGs. Selain perbankan, manusia juga menjadi hal yang penting dalam tercapainya MDGs.

Indeks pembangunan manusia atau disingkat IPM direpresentasikan dalam 3 dimensi yaitu: umur panjang dan sehat, pengetahuan dan kualitas hidup yang layak. Indikator - indikator dari 3 dimensi tersebut antara lain adalah :

1. Umur Panjang = Angka harapan hidup pada saat lahir
2. Pengetahuan = Angka melek huruf (AMH) & rata-rata lama sekolah (MYS)
3. Kehidupan yang layak = Pengeluaran per kapita riil yang disesuaikan (PPP Rupiah)

3 indikator ini penting nilainya untuk mendapatkan nilai IPM. Pembangunan manusia harus dipastikan berjalan dengan sangat baik karena walau sebaik apapun kekuatan perbankan namun manusianya tidak kompeten maka hasilnya akan buruk bagi negara.

Saat ini pembangunan di daerah - daerah sedang digalakan agar dapat mencapai target MDGs 2015. Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Badan Pembangunan Nasional, dan pihak terkait bekerja keras dalam upaya membangun kesejahteraan rakyat yang merata di Indonesia.

Sumber :
http://www.bappenas.go.id/files/6613/7890/3137/2.Handbook_2014.pdf
http://www.p2kp.org/pustaka/files/POU_PNPM_2008/Lampiran-1__Info-ringkas-IPM-dan-MDGs.pdf


Perbankan Indonesia Menuju MDGs



Untuk mencapai target dari MDGs yang telah disepakati oleh banyak negara, Indonesia harus mempersiapkan diri dan mulai berbenah. Banyak hal yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk mencapai target dari MDGs tersebut, salah satunya adalah faktor perbankan. Apa sajakah perubahan - perubahan yang telah dilakukan di sektor perbankan ini?

Pada tujuan MDGs tahun 2015 butir 8 yaitu "Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan", pemerintah merincikan tujuan tersebut ke dalam beberapa butir lagi yang diantaranya berbunyi "Mengembangkan Sistem Keuangan dan Perdagangan yang Terbuka, Berbasis Peraturan, Dapat Diprediksi, dan Tidak Diskriminatif". Tujuan tersebut mempunyai 3 indikator yaitu :

1. Rasio ekspor dan impor terhadap PDB (indikator keterbukaan ekonomi)
2. Rasio pinjaman terhadap simpanan di bank umum
3. Rasio pinjaman terhadap simpanan di BPR

Dari ketiga indikator tersebut semuanya berstatus akan tercapai pada tahun 2015. Hal ini bisa dikatakan cukup baik karena pertumbuhan indikator tersebut tidak kecil mengingat Indonesia pernah mengalami krisis pada tahun 1998. Sejak mengalami krisis ekonomi tahun 1998 dunia perbankan Indonesia memperbaiki diri agar mampu menjaga ketahanan perbankan dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan ini. 

Ada hal - hal positif yang terdapat dalam perbaikan sistem perbankan Indonesia dalam mencapai tujuan MDGs. Namun tentu masih banyak hal yang kurang dan harus diperbaiki. Sistem perbankan yang kuat merupakan modal penting yang harus dimiliki oleh Indonesia dalam menghadapi MDGs. Sejatinya pemerintah harus semakin memperhatikan lagi indikator - indikator dari targer MDGs yang masih butuh perhatian dan akan tercapai agar menjadi sudah tercapai mengingat semakin dekatnya deadline dari MDGs 2015 tersebut.

Sumber :
http://www.bappenas.go.id/files/1913/5229/9628/laporan-pencapaian-tujuan-pembangunan-milenium-di-indonesia-2011__20130517105523__3790__0.pdf

Tuesday, January 6, 2015

MDGs 2025




Millennium Development Goals (MDGs) atau  diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi “Tujuan Pembangunan Milenium”, adalah sebuah paradigma pembangunan global yang  dideklarasikan Konferensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York pada bulan September 2000. Semua negara yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitmen untuk mengintegrasikan MDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional dalam upaya menangani penyelesaian terkait dengan isu-isu yang  sangat  mendasar tentang pemenuhan hak asasi dan kebebasan manusia, perdamaian, keamanan, dan pembangunan. Namun pada tahun 2005 dilakukan revisi dengan 8 target yang harus diupayakan terjadi perubahan berarti pada tahun 2015. Target - target tersebut adalah :

1. Membasmi kemiskinan dan kelaparan
2. Pencapaian pendidikan dasar yang universal
3. Mempromosikan kesetaraann gender dan pemberdayaan perempuan
4. Mengurangi Angka Kematian Bayi dan Anak
5. Memperbaiki kualitas kesehatan maternal
6. Membasmi penyakit HIV AIDS, Malaria dan penyakit menular lainnya.
7. Perbaikan lingkungan yang terus menerus
8. Kerjasama global untuk pengembangan

Deklarasi MDGs merupakan hasil perjuangan dan kesepakatan bersama antara negara-negara berkembang dan maju. Negara-negara berkembang berkewajiban untuk melaksanakannya, termasuk salah satunya Indonesia dimana kegiatan MDGs di Indonesia mencakup pelaksanaan kegiatan monitoring MDGs. Sedangkan negara-negara maju berkewajiban mendukung dan memberikan bantuan terhadap upaya keberhasilan setiap tujuan dan target MDGs.

Hingga saat ini pemerintah mengklaim beberapa target hampir tercapai, namun hal itu dibantah oleh organisasi masyarakat yang terjun langsung ke lapangan dan mendapatkan hasil yang berbeda. Masih banyak upaya yang harus dilakukan, bukan hanya oleh pemerintah namun seluruh masyarakat, agar target MDGs 2015 dapat tercapai.

Sumber :
http://edukasi.kompasiana.com/2013/08/13/apa-itu-mdgs-583450.html
http://www.perinasia.com/post/112?title=Analisis+Epidemiologis+Terkini++Millenium+Development+Goals+%28MGDs%29%3A+MDGs+4+dan+MDGs+5+di+Indonesia
http://chocolateyvette.blogspot.com/2014/10/mdgs-2025.html



Sunday, November 30, 2014

Indonesia & Dunia Internasional

1. Hubungan Antarbangsa

Ada banyak bangsa dengan berbagai perbedaan dan persamaan di dunia ini. Bangsa – bangsa yang mempunyai banyak persamaan lebih cenderung untuk saling menjalin kerjasama, sebaliknya bangsa – bangsa yang memiliki banyak perbedaan terutama perbedaan kepentingan yang saling bertolak belakang lebih cenderung untuk saling konflik.

Hubungan antarbangsa adalah hal yang tidak sederhana. Ada bangsa – bangsa yang letak geografisnya berdekatan namun memiliki hubungan yang tidak baik, namun ada juga bangsa – bangsa yang saling berjauhan tapi memiliki hubungan yang baik. Hubungan ini dipengaruhi oleh kepentingan dari masing – masing negara. Apabila kepentingan kedua negara tersebut saling sejalan maka akan terjadi kerja sama di antara kedua negara tersebut. Apabila kepentingan kedua negara tersebut saling bertolak belakang maka akan terjadi konflik atau pertentangan di antara kedua negara tersebut. Bila ada negara – negara yang terlibat konflik maka ada beberapa cara untuk menyelesaikannya yaitu tindak kekerasan, penekanan atau pemaksaan, dan akomodasi. Kekerasan biasanya dilakukan dengan berperang di antara negara – negara yang saling terlibat konflik. Penekanan atau pemaksaan dilakukan dengan cara salah satu negara melakukan gerakan provokasi dengan tujuan agar negara yang menjadi lawannya menjadi takut. Yang terakhir adalah akomodasi, penyelesaian dengan cara ini dilakukan negara – negara yang terlibat konflik untuk saling menghormati dengan koeksistensi, kompromi, dan kompetisi kepentingan secara sehat.

2. Peran Indonesia dalam Hubungan Antarbangsa

Indonesia adalah salah satu bangsa dari dunia. Sebagai salah satu bangsa di dunia, Indonesia mempunyai hubungan dengan bangsa – bangsa lain di dunia. Perilaku Indonesia dalam hubungan antarbangsa ditegaskan pada alinea keempat UUD 1945 butir keempat tujuan nasional yaitu “politik bebas aktif”.

Politik bebas aktif yang menjadi tujuan bangsa Indonesia bermaksud untuk menjadikan bangsa Indonesia tidak berpihak dalam blok – blok yang saling bertolak belakang. Blok – blok ini muncul setelah perang dunia kedua berakhir. Blok Barat yang beranggotakan negara – negara yang menganut ideologi liberal dan blok Timur yang beranggotakan negara – negara yang menganut ideologi sosialis. Kedua blok tersebut berusaha untuk menyebarluaskan ideologinya masing – masing, dan ingin melenyesaikan konflik tersebut dengan perang dingin.

Bangsa Indonesia yang cinta damai memprakarsai gerakan non-blok bersama dengan India, Pakistan, Sri Lanka, dan Myanmar. Gerakan non-blok ini berhasil mengajak bangsa – bangsa yang baru merdeka maupun negara yang terdapat pada blok – blok tersebut agar dapat mengurangi ketegangan yang ada di dunia. Konferensi Asia – Afrika yang di adakan di Bandung merupakan cikal bakal Gerakan Non-Blok atau dikenal juga dengan negara dunia ketiga atau negara sedang berkembang.

Selain Gerakan Non-Blok, Indonesia juga menjadi salah satu pendiri ASEAN. ASEAN adalah kerja sama antara negara – negara yang berada di Asia Tenggara. Kerja sama ini meliputi multi bidang dengan tujuan yang saling menguntungkan. Dengan didirikannya ASEAN ini juga menjadikan hubungan Indonesia dengan negara tetangga yang sempat “kurang baik” dibangun kembali.

Saturday, November 29, 2014

Internet Technology Made Business Run Faster, Cheaper, And Saver Than Before

New Era of Business with Internet Technology



A long time ago business is unlike now. Business is really hard to keep running. It needs time, money, and a lot of people to keep it running. Lately, since the invention of internet, business starting to change. Internet made business run faster, cheaper, and saver than before.

In business time really is money. More time you spend on doing your business means more mone you’ll get. But, spending time to reach your client or your supplier that far from you to make a deal maybe not a good idea. Internet can connects people in no time and reach globally without they should meet.  Because it connects people in no time, the response time should be reduced. Internet made everything faster.

If your business already growing fast, the next step is cost. Make your profit high and your cost low. Use webstore and you can have store online and it cost less than have the physical store. You can also reduced your employee, because sell online doesn’t need many people. Another advantage of webstore is it can reach people globally. It means you doesn’t need to go to another country to sell or buy products.

Documents paper is one thing that business must have. It contain many private data like financial report or other. But now document paper is less desirable because it’s not practical. It get lost easily, can get dirty or cut. In internet you can use “cloud”. A storage that not in your system. You can save your documents online. Paperless and save. You can add your password or even encrypt your data so nobody can’t get easily access your documents.


Internet really make your business run faster, cost less, and saver than ever before. You can grow your profit easily if you use internet in your business. Now is the time for new age of business. 

Saturday, October 11, 2014

Dampak Globalisasi pada Kebudayaan Indonesia

Globalisasi diartikan sebagai suatu proses dimana bata-batas suatu negara menjadi semakin sempit karena kemudahan interaksi antara negara baik berupa pertukaran informasi, perdagangan, teknologi, gaya hidup dan bentuk-bentuk interaksi yang lain.

Karena adanya globalisasi maka seseorang bisa mendapatkan informasi dari ujung dunia dengan waktu yang singkat. Akibat buruknya adalah semakin terkikisnya nilai-nilai lokal dan semakin berkembangnya nilai global. Padahal nilai lokal berkembang dalam waktu yang sangat lama dan turun temurun dari generasi ke generasi.

Nilai kebudayaan yang menjadi sorotan utama akibat terkena dampak negatif paling nyata. Kebudayaan yang datang, terutama dari barat, bertolak belakang dengan kebudayaan bangsa Indonesia. Kebudayaan barat cenderung bebas dan kurang menghormati orang yang lebih tua, berbeda dengan kebudayaan Indonesia yang sangat menekankan sopan santun, nilai keagamaan, dan saling menghormati terutama pada yang lebih tua.


Pada dasarnya globalisasi menguntungkan apabila masyarakat Indonesia sadar akan nilai kebudayaannya sendiri. Masyarakat Indonesia sekarang belom siap untuk menghadapi arus kebudayaan asing yang masuk. Maka dari itu cintailah kebudayaan dan nilai-nilai kearifan lokal yang sudah ada sejak dahulu dan turun temurun. 


Sumber :
http://www.zonasiswa.com/2014/05/pengertian-globalisasi-lengkap.html
http://sekolahdemokrasi.sepakat.or.id/mahasiswa-di-tengah-globalisasi/